Teater Keliling Angkat Sosok Mirah, Jawara dari Marunda yang Penuh Kehebatan
Dalam memperingati hari jadi ke-51 tahun, Teater Keliling berkolaborasi dengan Bina Musik Jakarta dan Ruang Bunyi Production akan menggelar pertunjukan teater musikal pada 22 dan 23 Februari 2025 di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Teater musikal berjudul Mirah ini, akan dilangsungkan dengan dua sesi per harinya yang dibagi menjadi Tim Jawara dan Tim Pendekar, yaitu pada pukul 14.00 WIB dan 19.30 WIB.
Seperti diketahui, Mirah merupakan seorang pendekar asal Betawi yang menjadi jawara wanita pertama dari Marunda pada abad ke-18. Mirah adalah anak semata wayang Bang Bodong, yang juga merupakan pendiri Padepokan Silat Marunda.
Meski telah ditinggal wafat oleh ibunya sejak kecil, tetapi Mirah tumbuh menjadi wanita kuat. Ia bahkan juga diajarkan silat oleh bapaknya. Adanya kisah Mirah ini, menjadi asal muasal adanya adat palang pintu di pernikahan adat Betawi.

Suatu hari, Bang Bodong ingin anaknya untuk segera menikah, tetapi Mirah menolak karena ia ingin menikah dengan orang yang bisa mengalahkannya. Tak lama sejak itu, ada peristiwa perampokan di rumah Babah Yong.
Kabar ini beredar dengan cepat, nama Asni yang merupakan jawara dari Kemayoran, tertuduh sebagai pelaku perampokan, tetapi tidak terbukti. Asni yang tidak terima dituduh, segera mencari tahu siapa perampoknya. Ia curiga si perampok berasal dari Marunda, sehingga ia mendatangi Marunda.
Pertikaian antar kedua perguruan silat tak terbendung. Bang Bodong dan Mirah kalah di tangan Asni. Terpukau dengan kehebatan Asni, Bang Bodong lantas menjodohkan anaknya dengan Asni.

Tidak hanya menjadi jawara silat yang terkenal kehebatan dan ketangguhan, Mirah juga dikenal sebagai tokoh emansipasi wanita. Pada masa penjajahan Belanda, Mirah tak tanggung melawan dan membebaskan wanita-wanita dari Timur yang diperbudak penguasa.
Dalam proses pembuatan, Teater Keliling juga bekerja sama dengan Lembaga Kebudayaan Betawi untuk mengulik lebih dalam sosok Mirah.
“Secara garis besar bahwa Mirah memang ada dan merupakan seorang wanita Jawara yang menjadi kebanggaan Betawi punya pahlawan wanita yang masih muda dan memperjuangkan, menjaga tanah Marunda dari serangan-serangan, baik pencoleng-pencoleng dari daerah sendiri maupun tekanan-tekanan dari pemerintah Belanda waktu itu,” ucap sutradara sekaligus pendiri Teater Keliling Rudolf Puspa saat melakukan press conference di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Rabu (5/2/2025).

Mirah merupakan karya original Teater Keliling yang ditulis oleh Produser Dolfry Inda Suri, dibuat sempurna oleh Sutradara Rudolf Puspa, Produser Eksekutif Ir. Dery Sirna, dan Manajer Produksi Haikal Ilmi Akbar.
Teater Keliling bekerja sama dengan Ruang Bunyi Production yang berisikan pemain bass band Nidji Andro Regantoro, serta composer dan produser Chikita Amanda. Penulisan lirik beberapa lagu Mirah juga turut dibantu oleh Helmi Taher, Dolfry Inda Suri, Dinda Mutiasari dan Turiano Simatupang.
Chikita menjelaskan, proses kreatif membuat lagu-lagu Mirah dimulai dari menulis lirik lagu, membuat aransemen, hingga proses rekaman. Sekitar 17 lagu yang dipentaskan akan tersedia di platform digital.
“Konsep aransemennya lebih ke arah pop orkestra, tetapi juga ada sentuhan musik-musik Betawi,” kata Chikita.

Terkait pengolahan vokal dan pencarian cast, Teater Keliling bekerja sama dengan sekolah musik Bina Musik Jakarta, sekolah yang didirikan oleh Julius Firdaus dan Clarentia Prameta yang juga turut melatih para cast, bersama dengan Angkasa Thulo, salah satu guru Bina Musik Jakarta yang aktif di dunia teater dan film.
Direktur Bina Musik Jakarta Julius Firdaus akan berpartisipasi sebagai salah satu pemeran di teater musikal Mirah, di mana ia memerankan sosok Babah Yong, pemimpin keluarga yang bijak dan dermawan.
“Kita sebagai pendidik juga harus mau dididik, itu syaratnya. Bagi saya, carilah guru yang masih mau belajar. Di Bina Musik Jakarta sendiri, selalu cari guru yang hebat lagi, dan salah satunya adalah dengan berkolaborasi dengan Teater Keliling yang memang secara akting sangat kuat,” ujar Julius.
Teater musikal Mirah memilih nama Lian Saputra, Haikal Ilmi dan Galuh Agata untuk menjadi pembuat dan pelatih tari. Ketiga nama tersebut merupakan orang-orang berkompeten dalam tari modern, juga tari tradisional. Kemudian, para cast juga berlatih silat dari Adjie Maulana, seorang pesilat dari Perguruan Silat Betawi Tanah Abang yang sudah menekuni dunia silat sejak tahun 2010 silam, dibantu oleh Adyo Kumoro Amos, Alam Haqiqi, dan Siti Alma.

Sebelumnya, Teater Keliling sukses mengadakan mini showcase di Mall Kuningan City pada 25 Januari 2025, serta di PosBloc Jakarta pada 1 Februari 2025, yang menarik banyak penonton dari berbagai kalangan.
Penjualan tiket presale 1 dan 2 telah terjual habis dalam waktu singkat. Namun, penonton masih bisa menikmati pertunjukan dengan memesan tiket melalui situs resmi Teater Keliling di www.teaterkeliling.com dengan berbagai kategori yang tersedia.
Melalui pementasan Mirah, Teater Keliling berharap dapat terus mengembangkan teater musikal di Indonesia, serta memperkenalkan karya-karya lokal yang berkualitas baik di dalam negeri maupun internasional, sesuai dengan tagline musikal Mirah, yakni #MirahkanDunia #SaveMirah.
