Temui Wamenparekraf, Dolanesia Nyatakan Kesiapannya Bangun Pariwisata Indonesia
Sejumlah Diaspora Indonesia pada Senin malam (25/11/2019), menemui Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo di Gedung Sapta Pesona Kemenparekraf, Jakarta. Dalam pertemuan ini, Angela didampingi oleh Asisten Deputi (Asdep) Strategi Komunikasi (Strakom) Pemasaran I Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Haryanto.
Sedangkan dari diaspora yang menemui Wamenparekraf, yakni Martin Lukas sebagai komisaris utama PT. Cendrawasih Internusa Gemilang(Cendrasala) dan juga pemimpin tim Buku “The 10 New Bali. Kemudian ada Evilia Soleh pemilik CT Travel dan Go Eksport, Stephanus Titus Wijaya salah satu penggagas Business Indonesia-Singapore Association serta Ketua Umum Asosiasi Desa Wisata Indonesia (Asidewi) Andi Yuwono.
Kedatangan para diaspora ini, untuk memperkenalkan Dolanesia, yaitu sebuah konsorsium pariwisata yang dibangun oleh PT. Cendrasala, PT. Mitra Cempaka Selaras (CT Travel), Business Indonesian-Singapore Association (BISA) dan Asosiasi Desa Wisata (AsidewiI). Nama Dolanesia memiliki arti yakni ‘jalan-jalan ke Indonesia”. Dolan itu, merupakan bahasa Jawa yang artinya jalan, sedangkan Nesia adalah Indonesia.
“Dolanesia terdiri dari tiga perusahaan dan satu asosiasi. Ke empat entitas ini, kami punya kelebihan dan kekuatan masing-masing. Misalnya digital content dimiliki oleh Cendrasala dengan bank foto dan sebagainya. Lalu networking business matching oleh Business Indonesian-Singapore Association, lalu PT. Mitra Cempaka Selaras, di mana beliau sangat kuat dan memiliki banyak sekali destinasi unik dan menarik untuk dipasarkan dan salah satu kekuatan kami adalah asosiasi desa wisata yang begitu hebat dengan kemandiriannya bisa membangun desa wisata di 12 provinsi,” kata Monique Patricia salah satu pengagas Dolanesia,” saat di wawancara tim liputan El John News usai bertemu Wamenparekraf.
Konsorsium ini, baru berdiri tiga bulan yang lalu dan kehadirannya untuk membantu Kemenparekraf dalam mengembangkan sektor pariwisata dan mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia . Sebelum konsorsium ini dibentuk, para pendirinya yakni tiga perusahaan dan asosiasi telah menciptakan berbagai produk dan kegiatan yang berkaitan dengan pariwisata, seperti promosi pariwisata Indonesia di luar negeri dan membuat buku “The 10 New Bali”.
Buku tersebut, pernah dijadikan souvenir oleh bapak Presiden Jokowi kepada Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Leung, dalam acara IMF Meeting bulan Oktober 2018 yang lalu dan kepada para pemimpin ASEAN. Saat ini juga telah dipesan oleh beberapa bank dan perwakilan Kemenlu di beberapa negara.
Menurut Monique, perusahaan dan asosiasi tersebut jika disatukan akan menjadi kekuatan yang dahsyat dalam menyukseskan program-program pariwisata yang diusung Pemerintah.
“Kami adalah orang-orang yang sangat cinta Indonesia, yang ingin memajukan Pariwisata, produk ekspor Indonesia , kuliner, budaya, memperkenalkan Indonesia lebih lagi ke luar negeri. Di sanakan kami tinggal, kami berbaur , kami mengerti bahasa mereka, kami mengerti karakteristik, kami tidak bisa bekerja di luar sendiri. Di situlah kami bersinergi dengan CT Travel, Cendrasala dan Asidewi,” ujar Monique.
Komisaris PT. Cendrasala Martin Lukas menambahkan, kekuatan ini akan lebih dahsyat lagi jika bersinergi dengan pemerintah. “ Selama ini apa yang kita kerjakan sendiri sudah membuahkan hasil, apalagi bergandeng tangan bersama Pemerintah, bersinergi bersama itu akan lebih dahsyat,” tambah Martin.
Menurut pemilik CT Travel dan Go Eksport Evilia Soleh tidak menutup kemungkinan, Dolanesia juga akan merangkul asosiasi pariwisata lainnya untuk bersama-sama membangun pariwisata Indonesia.
“ Kami akan membuat suatu SOP nanti ke depannya yang bisa disebarkan kepada asosiasi tentunya, karena saya juga salah satu di anggota ASITA kemudian saya juga bisa menggandeng organisasi tidak hanya ASITA, tapi PHRI dan lain sebagainya,” kata Evilia.
Setelah bertemu dengan Wamenparekraf, ke depan para diaspora Indonesia ini, juga akan memperkenalkan Dolanesia kepada Menparekraf Wishnutama dan Presiden RI Jokowi.

