Headline News

Tinjau PTM Terbatas di Sejumlah Sekolah di Jakarta, Wapres Pesan Patuhi Prokes

Pembelajaran tapa muka (PTM) terbatas  di Sekolah Dasar (SD) Tarakanita 5 di Rawamangun, Jakarta Timur ditinjau langsung oleh  Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin. Rabu (8/9/2021). Di sekolah ini, Wapres melihat pelaksanaan PTM yang sudah berjalan sejak 30 Agustus 2021.

Dalam peninjaun ini Wapres didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Wapres juga berkesempatan berbincang sejenak dengan guru di sekolah tersebut. Selain SD Tarakanita 5, ada dua sekolah lagi yang dikunjungi Wapres yakni SMAK Penabur di Kelapa Gading, Jakarta Utara; dan SMKN 19 Jakarta di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Kepada sekolah yang melaksanakan PTM terbatas, Wapres berpesan untuk tidak lengah dalam menjaga protokol kesehatan. Aturan untuk memastikan keamanan siswa maupun guru harus dipatuhi.

 “Mengingat ancaman COVID-19 sampai saat ini belum berakhir, saya minta semua warga sekolah untuk tetap berhati-hati dan waspada dengan tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan agar PTM terbatas ini dapat berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan klaster penyebaran COVID-19,” ujar Wapres.

Wapres menjelaskan pelaksanaan PTM terbatas ini mulai dijalankan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan ke anak akibat pembelajaran jarak jauh di masa pandemi ini. Dampak yang dirasakan anak antara lain tidak maksimal dalam menyerap mata pelajaran yang dikhawatirkan akan menurunkan tingkat intelektual si anak. Selain itu, pembelajaran jarak jauh membuat hubungan guru dan siswa terganggu. Keduanya akan terasa asing karena tidak pernah bertemu, apalagi para siswa yang tahun ini baru pertama kali bersekolah.

 “Pendidikan vokasi paling terdampak pandemi COVID-19, karena peserta didik di SMK tidak dapat mengikuti praktek kerja/magang di perusahaan secara optimal. Padahal praktik kerja/magang merupakan faktor yang paling penting bagi pendidikan vokasi dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia yang terampil dan ahli di bidangnya,” ujarnya.

Pelaksanaan PTM terbatas, imbuh Wapres, sangat dipengaruhi oleh situasi pandemi di Ibu Kota. Jika situasi terus membaik dengan menurunnya level PPKM, PTM terbatas akan ditingkatkan secara bertahap, namun jika memburuk maka PTM terbatas akan dihentikan.

Wapres menegaskan, pemerintah lebih memprioritaskan kesehatan dan keselamatan para peserta didik, guru, serta warga sekolah. “Saya berharap sekolah-sekolah yang menyelenggarakan PTM terbatas ini dapat melakukan evaluasi setiap minggunya, terutama mengenai protokol kesehatan dan keamanan dari seluruh warga sekolah. Jika terdapat kasus terkonfirmasi positif atau potensi yang dapat menyebabkan timbulnya klaster baru, segera ambil tindakan tegas demi keselamatan dan kenyamanan seluruh pihak,” kata Wapres.

Sebagai informasi, sesuai Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1.026 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3 COVID-19 dan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nomor 883 Tahun 2021 tentang Penetapan Satuan Pendidikan yang Melaksanakan PTM Terbatas Pembelajaran Campuran Tahap 1 pada Masa PPKM, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengizinkan PTM terbatas sejak 30 Agustus 2021 dan akan dievaluasi secara berkala.

Sejauh ini terdapat 610 lembaga pendidikan yang tersebar di lima kota administrasi dan satu kabupaten di wilayah DKI Jakarta siap menyelenggarakan PTM terbatas dari tingkat PAUD sampai SMA/SMK. Pada peninjauan PTM kali ini, Wapres tampak didampingi oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (BPMI Setpres)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close