UN Tourism: Pariwisata Global Diproyeksikan Tumbuh 3–4 Persen pada 2026
Puluhan Wisatawan Mancanegara yang menjadi penumpang kapal pesiar Paul Gauguin Cruise mengunjungi Parai Beach Resort & Spa, Sungailiat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada 3 April 2025 (Foto; tim dokumentasi Parai Beach Resort & Spa)
El John News, Jakarta-Badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menangani pariwisata global, UN Tourism, memproyeksikan pariwisata internasional akan tumbuh sebesar 3% hingga 4% pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Proyeksi tersebut disampaikan UN Tourism melalui pernyataan resmi yang dipublikasikan di laman resminya baru-baru ini.
“Pertumbuhan tersebut bergantung pada berlanjutnya pemulihan kawasan Asia dan Pasifik, tetap kondusifnya kondisi ekonomi global, serta tidak terjadinya eskalasi konflik geopolitik. Namun demikian, ketegangan geopolitik yang masih berlangsung saat ini dinilai menjadi risiko yang semakin signifikan bagi sektor pariwisata global sepanjang 2026”
UN Tourism
menyebutkan, pertumbuhan tersebut bergantung pada berlanjutnya pemulihan kawasan Asia dan Pasifik, tetap kondusifnya kondisi ekonomi global, serta tidak terjadinya eskalasi konflik geopolitik. Namun demikian, ketegangan geopolitik yang masih berlangsung saat ini dinilai menjadi risiko yang semakin signifikan bagi sektor pariwisata global sepanjang 2026.
Prospek 2026 ini mencerminkan normalisasi laju pertumbuhan pariwisata internasional setelah mencatat lonjakan kuat dalam beberapa tahun terakhir. UN Tourism mencatat, kedatangan wisatawan internasional melonjak 34% pada 2023, meningkat 11% pada 2024, dan diperkirakan tumbuh 4% pada 2025.
Outlook positif tersebut diperkuat oleh Indeks Kepercayaan UN Tourism terbaru serta hasil survei terhadap Panel of Experts. Sebanyak 58% pakar memperkirakan kinerja pariwisata global pada 2026 akan lebih baik atau jauh lebih baik dibandingkan 2025. Sementara itu, 31% responden memprediksi kinerja relatif sama, dan 11% memperkirakan kondisi pariwisata akan lebih buruk.
Meski demikian, survei UN Tourism juga mengungkap sejumlah tantangan utama yang akan dihadapi sektor pariwisata internasional pada 2026. Faktor ekonomi global, tingginya biaya perjalanan, serta risiko geopolitik dinilai sebagai hambatan terbesar, dan dianggap paling relevan oleh sekitar setengah dari total pakar yang disurvei.
UN Tourism mencatat bahwa meskipun inflasi utama global menurun pada 2025, inflasi pada layanan terkait pariwisata masih berada di level tinggi jika dibandingkan dengan standar historis. Kondisi ini diperkirakan akan membuat wisatawan semakin selektif dan lebih mengutamakan value for money dalam menentukan tujuan dan jenis perjalanan.
Di sisi lain, prospek positif perekonomian global serta harga minyak yang lebih rendah berpotensi memberikan dukungan terhadap kinerja pariwisata internasional pada 2026. Namun, UN Tourism mengingatkan bahwa ketidakpastian akibat konflik geopolitik yang masih berlangsung, ketegangan perdagangan global, serta meningkatnya kejadian cuaca ekstrem dapat menekan tingkat kepercayaan wisatawan.
UN Tourism memproyeksikan bahwa pertumbuhan pariwisata internasional pada 2026 akan didorong oleh permintaan konsumen yang tetap solid, peningkatan konektivitas penerbangan, serta pertumbuhan perjalanan luar negeri dari pasar-pasar berkembang.
Selain itu, sejumlah ajang internasional berskala besar juga diperkirakan akan mendorong peningkatan mobilitas global, di antaranya Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 di Italia serta Piala Dunia FIFA 2026 yang akan digelar di Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko.
