Wonderful Indonesia Terpasang di Time Square Amerika Serikat
Promosi tidak pernah mengenal kata akhir, ke lintas benua pun promosi akan dilakukan guna penjualan tercapai. Mungkin kata-kata itulah yang pantas diberikan kepada Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dalam mempromosikan branding Wonderful Indonesia. Kini brand tersebut berkibar di Amerika Serikat. Wonderful Indonesia terpampang di 3 Billboard daerah Time Square Amerika Serikat di bulan Mei hingga Juni 2017.
Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana mengatakan, Kemenpar memilih 3 Billboard untuk dipasangi billboard Wonderful Indonesia karena daerah itu salah satu persimpangan pejalan kaki tersibuk di dunia dan sering dijuluki sebagai “The Crossroads of the World”.
Time Squere dipilih karena merupakan kawasan yang potensial untuk media luar ruang karena akan banyak dilihat oleh orang yang berlalu-lalang di sana. “Media yang digunakan berukuran 36’x86’ kaki yang berlokasi di Trifecta – 5 Times Square & 42nd (Panel 1), sementara lainnya berukuran 46’ x 81’6” kaki yang berlokasi di 7th Ave & 48t.
“Bukan itu saja, kawasan ini juga menjadi salah satu pusat industri hiburan dunia yang utama dengan banyaknya tempat dan industri hiburan mengelompok di area ini. Jadi promosi ini sangat efektif dan tepat sasaran,” ujar Pitana.
Berbagai image dimunculkan untuk menemani Wonderful Indonesia . Image yang digunakan yakni Perempuan dengan Gebogan Bali, Hewan Komodo – Nusa Tenggara Timur, Raja Ampat underwater – Papua Barat. “Promosi ini diharapkan mampu mendatangakan wisman karena menariknya gambar pemandangan dan budaya kita,” ungkap Pitana.
Pitana mengatakan ngebranding seperti ini bukan pertama kali dilakukan Kemenpar,namun sudah berulang kali seperti pada bulan Oktober tahun lalu, tepatnya, Iklan “Wonderful Indonesia” dari Kementerian Pariwisata ini dalam bentuk media luar ruang.
Kepala Bidang Komunikasi Media Ruang Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, Elizabet Hutagaol mengatakan hal ini sangat tepat dilakukan karena Time Square adalah titik point wisatawan di dunia yang berkunjung ke New York.
“Selain itu juga tempat hilir mudik masyarakat New York dan di sana juga tempat produk-produk di dunia memasang iklan. Ini bukan yang pertama kali beriklan berbentuk media luar ruang di Amerika Serikat,” kata Elisabet.
Elisabet menambahkan lima ikon pariwisata tersebut dipilih berdasarkan preferensi wisatawan Amerika Serikat. Ia juga mengatakan dengan adanya media promosi tersebut wisatawan Amerika Serikat bisa merencanakan liburan ke Indonesia.
Elisabet juga berharap, wisatawan Amerika Serikat bisa menentukan liburan dengan digoda image yang Kemenparkan tawarkan kepada mereka. “Agensi di Amerika mengatakan Bali. Kita buatkan tentang Bali, juga Komodo. Jadi Indonesia gak hanya tentang Bali. Surfing di G-Land, Raja Ampat, dan Gebogan di Bali. Amerika semua suka,” katanya.
Pihak Kementerian Pariwisata telah mempersiapkan jauh-jauh hari terhadap materi promosi ini. Pemilihan image tidak asal-asalan menunjuk namun dicermati agar ada daya tarik warga ingin mendatangi wisata yang terdapat dalam image tersebuti
Times Square sendiri merupakan kawasan yang potensial untuk media luar ruang karena akan banyak dilihat oleh orang yang berlalu-lalang di sana.
“Di sana itu pusat toko-toko dan juga pusat bisnis. Ada trem yang lewat sana. Sekitar 39 juta per tahun masyarakat New York berkumpul di sana. Itu termasuk wisatawan mancanegara di sana. Kita berharap dengan promosi itu kunjungan wisatawan mancanegara dari New York akan bertambah. Harapan kita wisatawan mancanegara yang ada di New York juga secara tidak langsung bisa ke Indonesia,” ujar Elisabet
Menteri Pariwisata Arief Yahya juga menjelaskan, jika promosi merupakan investasi jangka panjang. Menpar mencari momentum dan memilih media promosi yang pas sehingga lebih efektif, lebih viral, dan mewarnai media sosial. Menurut Menpar Arief promosi tidak boleh berhenti meski jumlah wisatawan asing ke Indonesia terus meningkat.
“Branding seperti yang dilakukan melalui pemasangan billboard atau image-image wonderful Indonesia di taksi, bus, kereta di luar negeri, tidak serta merta langsung dapat dievaluasi dampaknya terhadap kedatangan wisman, namun ini terlihat lebih kepada peningkatan performansi branding Wonderful Indonesia yang meningkat,” ujarnya.
