WWF Indonesia dan Instansi Terkait Gelar Ekspedisi Laut di Perairan Alor

0

World WildlifeFund for Nature (WWF) Indonesia mengajak Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), DKP Kabupaten Alor, DKP Kabupaten Flores Timur, Universitas Muhammadyah Kupang, dan University Consortium for Sustainable Fisheries (UNICONSUFISH) Provinsi NTT untuk melakukan ekspedisi laut di kawasan konservasi perairan Alor dan Flores Timur, NTT. Ekspedisi ini merupakan hasil kerjasama WWF Indonesia dan  Yayasan Reef Check Indonesia.

Serperti yang diberitakan dari laman WWF Indonesia, Ekspedisi  bertujuan untuk mengetahui status dan perubahan ekosistem terumbu karang, serta mengevaluasi dampak ekologi dari pengelolaan kedua kawasan konservasi tersebut..

Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Alor seluas 276.693,38 hektar resmi ditetapkan dengan nama Suaka Alam Perairan (SAP) Selat Pantar dan Laut Sekitarnya, melalui KEPMEN KP No.35/2015. Sementara itu, pada Juni 2013, KKPD Flores Timur seluas 150.000 hektar resmi dicadangkan dengan nama SAP Flores Timur, melalui SK Bupati Flores Timur No 4/2013. Kedua kawasan dikenal memiliki kekayaan hayati perikanan yang tinggi dan banyak dimanfaatkan untuk wisata bahari.

Namun faktanya banyak nelayan dari luar kawasan untuk mengeksploitasi, sehingga tekanan pada sumber daya alam semakin tinggi. Lesser Sunda Project Leader, WWF-Indonesia Erdi Lazuardi, mengatakan ada kesulitan yang ditemui saat menetapkan  kawasan konservasi perairan. Kesulitan itu diantaranya memastikan agar upaya pengelolaannya dilakukan dengan benar, sehingga bermanfaat, efektif, dan efisien. “Setelah ditetapkan, perlu dipastikan ada langkah-langkah pengelolaan yang efektif, salah satunya adalah melakukan pemantauan berkala untuk mengukur kondisi biofisik, khususnya pada terumbu karang sebagai aset utama alam,” kata Erdi.

Erdi berharap hasil ekspedisi akan membantu memastikan kedua kawasan konservasi perairan dapat bermanfaat secara ekologis, kemudian memberi manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *