Kemenpar Galakan Bimbingan Teknis Untuk SDM di Tanjung Kelayang

0
images-11

Tanjung Kelayang, Bangka Belitung menjadi sala satu destinasi prioritas yanv ditetapka  Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Ada sembilan destinasi lain yang ikut menemani Tanjung Kelayang sebagai destinasi prioritas. Wajar jika sudah menjadi destinasi prioritas pengembangan Tanjung kelayang terus dikebut. Bukan hanya soal aksesibilitas, amenitas dan atraksi. Namun peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga ikut tancap gas.

SDM merupakan salah satu kunci penting dalam mengembangkan suatu objek wisata. Perhatian Kemenpar dalam memperhatikan sektor SDM sudah tak diragukan lagi. Pada tanggal 26-27 April 2017, Asisten Deputi Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenpar menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dalam rangka penguatan kelompok sadar wisata. Namanya Bimtek Sapta Pesona dan Sadar Wisata.

“Pesertanya adalah 60 kelompok sadar wisata se-Kabupaten Belitung dan Belitung Timur,” ujar Larasati selaku person in charge (PIC) Tanjung Kelayang pada Pokja Destinasi Prioritas Kemenpar.

Bukan hanya bimbingan teknis mamun Kemenpar juga menggenjot penggunaan platform Indonesia Travel Xcgange (ITX) dikalangan  pemilik homestay di Belitung. Dalam rangka itu pula Kemenpar menggelar workshop penggunaan ITX untuk pemasaran homestay secara digital.

Menurut Laras, worskshop pemanfaatan ITX kepada para pemilik homestay itu digelar pada 28-29 April lalu. “Pesertanya 40 pengelola homestay,” katanya.

Pantai-pantai di Belitung memang mempesona. Keindahan pantai-pantai di Belitung seakan tak lelah menarik wisatawan. Namun saat ini bukan hanya pantai, wisata religi di belitung juga menjadi perhitung. Di belitung ada wisata religi bernama desa Keciput di Kecamatan Sijuk, Belitung. Di desan inilah wisata religi dikembangkan.

“Ada wisata religi untuk mengetahui sejarah panjang proses penyebaran agama Islam ke Pulau Belitung. Wisatawan bisa akan mengunjungi makam-makam kuno penyebar agama Islam di Belitung,” ujar Laras.

Selain itu, ada pula wisata edukasi bagi wisatawan yang ingin mengenal berbagai jenis kayu dan pepohonan yang sudah tertata rapi, wisata outbound hingga kuliner. “Ada makanan dan oleh-oleh khas Belitung,” ujarnya.

Laras menambahkan, jika tak ada hambatan maka penerbangan internasional menuju Belitung akan segera terealisasi. Sebab, Bandara HAS Hanandjoeddin di Tanjungpandan sejak 22 Desember lalu telah berstatus international airport.

Nantinya akan ada penerbangan langsung dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA) di Malaysia ke Belitung. “Penerbangan internasional masih menunggu kesiapan Pertamina menyuplai avtur dan slot di bandara Kuala Lumpur,” katanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *