Jejak Hijau di IKN: Seruni Kabinet Merah Putih  Tanam Pohon Demi Masa Depan Nusantara

0
image-281

Upaya membangun Ibu Kota Nusantara sebagai kota hutan yang hijau dan berkelanjutan kembali diperkuat melalui kegiatan penanaman pohon yang melibatkan berbagai tokoh nasional. Pada Kamis, 10 Juli 2025, istri Wakil Presiden RI, Selvi Ananda Gibran Rakabuming, hadir di Plaza Bhineka Tunggal Ika untuk berpartisipasi langsung dalam kegiatan penanaman pohon, didampingi oleh Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Otorita IKN, Kartika Basuki Hadimuljono, dan Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.

Turut hadir pula para istri menteri dari Kabinet Merah Putih yang tergabung dalam organisasi Seruni, jajaran pengurus DWP OIKN, serta pejabat eselon 1 dari Otorita IKN. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni simbolik, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi berkelanjutan yang telah dijalankan di IKN oleh para tamu kenegaraan dan pejabat tinggi lainnya, yakni meninggalkan “jejak hijau” sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan yang ramah lingkungan.

Dalam aksi ini, sejumlah pohon endemik yang memiliki nilai ekologis tinggi ditanam, antara lain Meranti (Shorea leprosula), Balangeran (Shorea balangeran), Kapur (Dryobalanops lanceolata), Gaharu (Aquilaria malaccensis), dan Nyatoh (Palaquium rostratum). Jenis-jenis pohon ini dikenal karena peran pentingnya dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis serta nilai konservasinya yang tinggi.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Dr. Myrna A. Safitri, mengungkapkan bahwa tradisi ini merupakan wujud nyata komitmen untuk menjadikan IKN bukan sekadar kota administrasi baru, tetapi sebagai kota hutan yang berpihak pada keberlanjutan dan pelestarian alam.

“Kami menyebutnya sebagai tradisi ‘meninggalkan jejak hijau’ di IKN. Setiap tamu yang datang diberi kesempatan untuk menanam pohon sebagai simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan. Ini bagian dari langkah reforestasi yang sedang kami galakkan, khususnya di area terbuka hijau dan wilayah yang sebelumnya mengalami degradasi,” jelas Myrna.

Pembangunan IKN memang dirancang dengan pendekatan yang berbeda dari kota-kota besar lainnya di dunia. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara, Nusantara menargetkan 75% ruang terbuka hijau dari total luas wilayah. Komposisinya terdiri dari 65% kawasan lindung dan 10% kawasan ketahanan pangan. Hal ini menjadikan IKN sebagai salah satu ibu kota dengan proporsi kawasan hijau terbesar di dunia.

Pendekatan kota hutan yang diterapkan OIKN menekankan pada harmonisasi antara pembangunan infrastruktur modern dan konservasi lingkungan. IKN diharapkan menjadi contoh global bagaimana ibu kota negara dapat menjadi pusat pemerintahan sekaligus paru-paru kehidupan yang hijau.

Setelah selesai melaksanakan penanaman pohon, Selvi Ananda dan rombongan melanjutkan kunjungan mereka ke kawasan Istana Garuda yang menjadi ikon arsitektur dan simbol kenegaraan di jantung IKN. Kunjungan ini berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan antusiasme, mencerminkan sinergi antarkomponen bangsa untuk membangun ibu kota baru yang tidak hanya maju dari sisi teknologi dan infrastruktur, tetapi juga bijak dalam menjaga alam dan keberlanjutan.

Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa partisipasi perempuan dalam pembangunan lingkungan hidup bukan hanya bersifat simbolik, tetapi berkontribusi langsung terhadap terciptanya ekosistem perkotaan yang sehat, lestari, dan tangguh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *