Dilantik Ketua MA, Thomas Djiwandono Resmi Jadi Deputi Gubernur BI

0
EJN09686.JPG-thomas.jpg-oke-1146x720

Thomas Djiwandono sedang memberikan sambutan pada acara Persiapan Keberangkatan Angkatan ke-248 LPDP bertema Refleksi Merah Putih (Foto: Kemenkeu/Leonardo Oscar)

El John News, JakartaThomas Djiwandono resmi mengemban jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk periode 2026–2031 setelah dilantik di Mahkamah Agung (MA), Jakarta, Senin (9/2/2026). Pelantikan tersebut dilakukan usai Thomas memperoleh persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Pengangkatan Thomas ditetapkan melalui Surat Keputusan Presiden Nomor 10/P Tahun 2026 tertanggal 3 Februari 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Deputi Gubernur Bank Indonesia. Prosesi pelantikan berlangsung dengan pengambilan sumpah jabatan di hadapan Ketua Mahkamah Agung.

Dalam sumpahnya, keponakan Prabowo ini, menegaskan komitmen untuk menjaga integritas dan profesionalisme selama menjalankan tugas sebagai pimpinan bank sentral. Ia berjanji tidak akan memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada pihak mana pun, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan alasan apa pun.

“Saya berjanji bahwa saya untuk menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia, langsung ataupun tidak langsung, dengan nama dan dalih apa pun, tidak memberikan atau menjanjikan untuk memberikan sesuatu kepada siapa pun juga”

Ia juga menegaskan tidak akan menerima janji atau pemberian dalam bentuk apa pun yang berkaitan dengan kewenangannya sebagai Deputi Gubernur BI. Menurutnya, komitmen tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab moral dan konstitusional dalam menjaga independensi bank sentral.

“Saya berjanji bahwa saya akan melaksanakan tugas dan kewajiban Deputi Gubernur Bank Indonesia dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab serta setia kepada negara, konstitusi, dan haluan negara,” tambahnya.

Sebelum dilantik sebagai Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan di Kabinet Merah Putih. Ia dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Oktober 2024 dan aktif terlibat dalam perumusan kebijakan fiskal nasional.

Thomas lahir di Jakarta pada 1972 dan memiliki latar belakang pendidikan internasional. Ia meraih gelar Sarjana Seni bidang Sejarah dari Haverford College, Amerika Serikat, pada 1994. Pendidikan pascasarjananya ditempuh di Johns Hopkins University dengan gelar Magister Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional pada 2003.

Karier profesional Thomas dimulai di dunia jurnalistik sebagai jurnalis magang Majalah Tempo pada 1993, sebelum beralih menjadi jurnalis di Indonesia Business Weekly. Ia kemudian berpengalaman di sektor keuangan sebagai analis di NatWest Market serta konsultan di Castle Asia. Pengalaman lintas sektor tersebut menjadi bekal penting dalam mengemban peran strategis di Bank Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *