Festival Toleransi Budaya 2025: Merayakan Perbedaan sebagai DNA Bangsa Indonesia

0
WhatsApp Image 2025-11-17 at 16.10.05

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof.Dr Abdul Mu’ti M.Ed hari ini, Minggu, (16 /11/2025) membuka Festival Toleransi Budaya 2025 yang digagas ICRP ( Indonesia Conference Religion and Peace) untuk yang kedua kali di gedung Kementrian Dasar dan Menengah diselenggarakan dalam semangat dan suasana semua merayakan perbedaan.

Prof Mu’ti menilai keberagaman yang dimiliki Indonesia sebagai bangsa menjadi modal sosial untuk lebih maju sebagai sebuah bangsa dimana DNA- nya bangsa Indonesia adalah kerukunan dengan toleransi.

” Festival toleransi dan budaya pada tahun 2025 ini adalah penyelenggaraan yang kedua setelah tahun lalu kita menyelenggarakan festival toleransi dalam rangka menyambut kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia.
Acara ini diselenggarakan dalam suasana di mana kita semua merayakan perbedaan dan menjadikan perbedaan sebagai modal sosial untuk kita lebih maju lagi sebagai bangsa Indonesia. Saya berulang kali menyampaikan bahwa kerukunan adalah DNA -nya bangsa Indonesia dan kerukunan itu toleransi,” jelasnya dalam pidato pembukaan.

Kemajemukan bangsa ditandai dengan keihklasan dan ketulusan dengan menerima mereka yang berbeda. Bekerja sama dengan perbedaan yang ada. Menurut Prof Mu’ ti sekaligus Ketua Umum ICRP menilai ada tiga hal dalam menjalani keharmonisan sebagai sebuah bangsa yaitu relasi, menerima dengan lapang dada dan bekerja sama dalam kebaikan.

” Toleransi yang otentik itu dengan memperkuat tiga hal yang pertama adalah relasi Dimana kita bisa berdialog secara terbuka head to head. Kemudian yang kedua kita bisa menerima secara lapang dada hard to hard dan kita bisa bekerjasama untuk kebaikan dan untuk kesejahteraan bersama dengan hand to head. Karena itu festival ini sekali lagi bukan hanya menjadi pertanda di mana kita menerima dan merayakan perbedaan dengan penuh semangat dan kerukunan,” tambahnya

Membangun Indonesia masa depan harus dengan semangat kerukunan kebersamaan dan membangun kebhinekaan yang dimiliki sesuai dengan Bhineka Tunggal Ika. Melalui Presiden Prabowo dimana tengah berusaha mengajak semua untuk memperkuat ideologi Pancasila dan kedaulatan Indonesia keberagaman agama serta keberagaman budaya.

Rencananya ICRP akan meneruskan tradisi toleransi dalam keberagaman tanpa memandang suku, agama, ras dan golongan untuk membangun Indonesia yang majemuk dan setara karena Indonesia milik semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *