Kabupaten Raja Ampat Dirugikan Akibat Ulah Kapal Caledonian Sky
Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati menyayangkan rusaknya terumbu karang yang ada di wilayah perairan Raja Ampat akibat kandasnya kapal pesiar berbendera Bahama, MV Caledonian Sky. Abdul mengatakan Kabupaten Raja Ampat sangat dirugikan akibat kejadian ini.
“Pemerintah daerah sangat menyayangkan kejadian ini. Sudah barang tentu kami merasa dirugikan, baik dari segi pariwisata, perikanan, maupun persoalan masa depan, yakni regenerasi terumbu karang yang ada di Kabupaten Raja Ampat yang menjadi ikon kami sebagai pariwisata dunia,” kata Abdul.
Saat ini Pemerintah Kabupaten Raja Ampat sudah berkoordinasi dengan tim gabungan dari Kemenko Kemaritiman serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tim gabungan ini sudah menurunkan tim untuk melakukan pendataan kerusakan di lapangan.”Dan kita melihat sejauh mana kerusakan karang yang ditimbulkan oleh kapal Caledonian Sky itu sendiri,” katanya.
Menurut Abdul kerusakan karang ini berdampak luas, terutama bagi masyarakat sekitar. “Dalam artian hal ini masyarakat yang betul-betul merasakan dampak itu secara langsung. Karena ini merupakan satu objek di mana, pertama, itu kehidupan mereka. Kita ketahui ekosistem yang ada di daerah itu, termasuk semua habitat yang ada di situ, keseharian mereka, makan dari laut juga. Baik itu perikanan secara lokal, pariwisata secara internasional. Di mana masyarakat sekitar hari ini hampir semua ada sekitar 64 homestay yang dimiliki oleh masyarakat lokal dengan kearifan lokal yang ada,” jelasnya.
Kawasan perairan Raja Ampat yang terletak di Kabupaten Raja Ampat merupakan salah satu kabupaten di Papua Barat hasil pemekaran dari Kabupaten Sorong sejak 2003 lalu. Terdapat kurang lebih 610 pulau di daerah ini, meski hanya sekitar 35 pulau yang ditempati. Di antaranya adalah 4 pulau utama di kabupaten ini yaitu, Waigeo, Batanta, Salawati dan Misool.
Sebagai daerah kepulauan dengan 85% luas daerahnya merupakan lautan, Raja Ampat memiliki banyak kekhasan, yang menjadi daya tarik tersendiri. Contohnya, untuk jumlah fauna ikan karang yang mencapai sedikitnya 1427 spesies. Jumlah tersebut menunjukkan angka tertinggi dalam keanekaragaman hayati laut dibandingkan dengan wilayah lain dengan luasan yang sama di dunia.
