BusinessEco Tourism

Kakao Jembrana Siap Masuk Pasar Dunia

Salah satu produk pertanian Indonesia yaitu Kakao yang berasal dari Kabupaten Jembrana, Bali akhirnya mendapatkan sertifikasi internasional. Sertifikasi yang diraih berasal dari Departemen Pertanian AS (USDA) dan Lembaga Pengawasan Uni Eropa.

Kualitas terbaik dari Kakao fermentasi Jembrana akhirnya sudah mendapatkan pengakuan di dunia internasional. Hal itu berkat sinergi antara masyarakat setempat dengan pemerintah sehingga menjadikan Kakao asal Jembrana tersebut menjadi berkualitas dan siap eskpor nantinya.

“Sertifikat internasional ini harus dipertahankan dengan menjaga kualitas dan kuantitas, agar produk kakao dari Jembrana tetap bermutu baik,” ujar Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang.

Menurut Made bahwa dengan kualitas seperti itu akan membuka pasar kakao Indonesia semakin kuat sehingga menjadi barang ekspor bermutu tinggi yang akan diincar oleh Negara lain. Kuncinya dalam produksi adalah melakukan komunikasi sehingga lebih efektif.

“Para petani kakao harus sering saling berkomunikasi untuk menjaga kualitas produk kakao. Suatu daerah akan dikenal memiliki produk pertanian yang bagus, jika seluruh petani sepakat menjaganya,”katanya.

Dengan brand yang sudah mendapat pengakuan dari lembaga internasional, seperti United State Department of Agriculture (USDA) dan Control Union of European Union (EU), maka  akan membuat daya tarik produk kakao fermentasi Jembrana semakin kuat.

Diharapkan agar para petani tetap menjaga kualitas tetap terjaga serta petani tidak berbuat curang. Ini merupakan pengalaman yang pernah ada di Kabupaten Jembrana ketika produksi vanili yang sempat bersinar dengan kualitas yang bagus namun karena beberapa oknum yang mencari keuntungan sehingga berbuat curang seperti mencampurkan pasir sehingga bobotnya bertambah.

“Jangan ada oknum yang ingin cepat kaya, tapi mengorbankan petani lainnya dan membuat citra produk kakao Jembrana yang sudah bagus menjadi jelek,” katanya. Kakao yang berkualitas baik adalah rata-rata merupakan hasil dari sistem pertanian organik, namun hanya baru 16 yang tersertifikasi padahal terdapat 35 kelompok tani di Jembrana tersebut. Diharapkan jumlah petani yang mendapatkan sertifikat organik meningkat sehingga kedepannya bisa menetapkan sistem penanaman kakao organik dilakukan seluruh petani.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button