Ketegangan Timur Tengah Memanas, Jet Tempur AS Lumpuhkan Kapal Iran
Ilustrasi jet tempus AS serang kapal tanker berbendera Iran (Foto: generated AI)
El John News-Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Amerika Serikat menembaki sebuah kapal tanker minyak berbendera Iran di Selat Hormuz. Insiden ini terjadi di tengah konflik yang terus memburuk antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel di jalur strategis perdagangan minyak dunia tersebut.
Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM menyebut kapal tanker bernama M/T Hasna mencoba menerobos blokade yang diberlakukan Washington terhadap pelabuhan Iran. Setelah beberapa kali peringatan diabaikan, jet tempur Angkatan Laut AS jenis F/A-18 Super Hornet melepaskan tembakan menggunakan meriam 20 milimeter untuk melumpuhkan kemudi kapal.
“Hasna tidak lagi transit ke Iran,” tulis CENTCOM melalui akun resminya di platform X.
Menurut militer AS, kapal tanker itu diketahui tidak membawa muatan, namun tetap dianggap melanggar aturan blokade yang mulai diterapkan sejak 13 April lalu. Washington menegaskan seluruh kapal yang mencoba masuk atau keluar dari pelabuhan Iran tetap berada dalam pengawasan ketat.
“Blokade AS terhadap kapal yang mencoba masuk atau keluar dari pelabuhan Iran tetap berlaku sepenuhnya,” lanjut pernyataan CENTCOM.
Insiden ini menjadi kali kedua pasukan Amerika menggunakan kekuatan militer terhadap kapal berbendera Iran dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya pada 19 April, kapal M/V Touska juga ditembak kapal perang AS setelah disebut menolak mematuhi instruksi militer Amerika.
Saat itu, kapal perusak AS meminta awak kapal mengosongkan ruang mesin sebelum meriam lima inci ditembakkan untuk melumpuhkan kapal tersebut. CENTCOM juga mengungkapkan lebih dari 50 kapal komersial telah diminta berbalik arah atau kembali ke pelabuhan demi mematuhi kebijakan blokade.
“Lebih dari 50 kapal komersial telah diperintahkan untuk berbalik atau kembali ke pelabuhan,” kata CENTCOM.
Situasi ini berkembang hanya sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penghentian operasi militer pengawalan kapal di Selat Hormuz. Keputusan itu diambil setelah adanya permintaan dari mediator Pakistan dan sejumlah negara lain yang mendorong upaya penyelesaian damai dengan Teheran.
Trump sebelumnya juga memperkenalkan kebijakan “Project Freedom” yang diklaim bertujuan membantu kapal-kapal keluar dari Selat Hormuz di tengah blokade dan ketegangan perang kawasan. Melalui akun Truth Social miliknya, Trump menyatakan kemajuan besar disebut telah dicapai menuju kesepakatan akhir dengan Iran.
Meski demikian, insiden penembakan kapal tanker Iran ini kembali menimbulkan kekhawatiran dunia internasional terhadap ancaman eskalasi konflik dan terganggunya jalur distribusi energi global di Selat Hormuz.
