Korlantas Siapkan Pos Pantauan untuk Mengurai Kepadatan Mudik Lebaran 2024
Kakorlantas Polri, Irjen Pol Aan Suhanan, baru-baru ini mengumumkan rencana penambahan titik-titik krusial dan pendirian pos pantau di jalan tol Trans Jawa. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan, terutama dengan pemberlakuan tol fungsional Cimanggis-Bitung dan berbagai penambahan infrastruktur lainnya di Jawa.
Menurut Irjen Aan, penambahan titik-titik krusial, terutama di Tol Trans Jawa, memerlukan perhatian khusus. Hal ini terutama terkait dengan pemberlakuan tol fungsional Cimanggis-Bitung yang akan mengarahkan arus lalu lintas dari Bogor ke titik KM 25 Cikampek. Di titik tersebut, diperkirakan akan terjadi “bottle neck”, yang mengharuskan pendirian pos pantau untuk memantau situasi secara lebih efektif.
“Ada beberapa penambahan titik-titik krusial harus kita perhatikan terutama di Tol Trans Jawa ini dalam pemberlakuan tol fungsional Cimanggis-Bitung yang dari Bogor ini tidak perlu lagi ke Cawang lagi sehingga akan ketemu di titik KM 25 Cikampek,” kata Kakorlantas di Lantai II Gedung Korlantas Polri, belum lama ini.
Selain itu, rencana pengoperasian Tol Cisumdawu tahun ini dan pertemuan antara Tol Cisumdawu dan Cipali menambah urgensi pendirian pos pantau untuk pengelolaan lalu lintas di area tersebut. Demikian pula, penambahan infrastruktur seperti Tol Fungsional Yogya-Solo di Jawa Tengah memerlukan perhatian serupa, terutama di titik-titik pertemuan dengan jalan kabupaten.
“Di Jawa Tengah ini juga ada penambahan Tol Fungsional Yogya-Solo, nanti ada pertemuan dari exit tol di Klaten dengan jalan atau jalur jalan kabupaten di situ ini juga perlu kita kelola,” ungkap dia.
Irjen Aan juga menyebutkan tentang penambahan pelabuhan di Jangkar, yang ditujukan khusus bagi angkutan barang menuju NTB. Hal ini diharapkan dapat mengurangi volume arus lalu lintas dari Pelabuhan Ketapang.
Dalam konteks persiapan mudik-lebaran, Irjen Aan mengimbau agar masyarakat menyesuaikan jadwal keberangkatan mereka agar tidak menumpuk pada tanggal puncak arus mudik. Dia menekankan pentingnya kondisi fisik dan kendaraan yang prima untuk menjaga keamanan dan kenyamanan perjalanan. Kesehatan dan kesiapan kendaraan merupakan prioritas utama bagi para pemudik.
“Yang pertama dipersiapkan perjalanan untuk mudik ini masih lama ini kita bisa menjadwalkan kapan saya harus mudik sesuaikan dengan tanggal tentu Puncak arus ada di Tanggal 6 dan tanggal 8 (April),” tutur Aan.
“Kemudian yang utama kesehatan, pastikan kesehatan dalam keadaan prima. Kalau tidak sehat, jangan mengemudi. Kemudian persiapkan kendaraan yang prima juga,” pungkasnya.
Dengan peningkatan infrastruktur dan langkah-langkah pengelolaan lalu lintas yang diambil, diharapkan arus mudik-lebaran tahun ini dapat berjalan lebih lancar dan aman bagi semua pemudik. Dalam situasi di mana mobilitas masyarakat meningkat, langkah-langkah seperti ini menjadi kunci dalam memastikan kelancaran transportasi dan keselamatan bagi semua pengguna jalan.