Libur Lebaran 2017 Bawa Berkah Untuk Pariwisata Pangandaran
Bukan main yang diraih Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, saat libur lebaran. Kabupaten yang menyimpan destinasi wisata menarik ini terus dipadati pengunjung saat libur lebaran. Pengunjung mulai berdatangan ke Pangandaran sejak H+1 Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah. Berdasarkan pantauan dari plat nomor kendaraan, didominasi pengunjung dari luar daerah seperti Banjar, Ciamis, Tasik, Garut, Bandung, Jakarta, bahkan Jawa Tengah.
Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kab Pangandaran Undang Sohbarudin mengatakan, peningkatan volume pengunjung wisata terjadi sejak H+1 atau hari kedua lebaran hari raya Idul Fitri.
“Volume pengunjung bertambah lagi pada H+2,” ujarnya, Selasa, 27 Juni 2017.
Sudah menjadi rumus matematika, pengunjung tempat wisata membuldak maka pemasukan untuk industri wisata pun bakal terdongkrak. Hal itulah yang dirasakan Pangandaran dan kondisi itu sudah terlihat di restribusi Tol Gate Pangandaran pada Senin, 26 Juni 2017. Sampai dengan pukul 18.00 WIB, menurut Undang, retribusi wisata, parkir, sampah dan asuransi mecapai Rp. 116.855.500. Sedangkan pada Selasa, 27 Juni 2017, lanjut Undang, pendapatan retribusi Tol Gate Pangandaran terdiri dari wisata, sampah, parkir dan asuransi mencapai Rp.193.605.000.
“Untuk wisata mancanegara sebanyak 15 orang dan wisatawan nusantara sebanyak 29.307,” ungkapnya.
Kemacetan kendaraan terkendali
Petugas baik dari Kepolisian dan Dinas Perhubungan terus mengurai arus lalu lintas, pasalnya terdapat beberapa titik kemacetan kendaraan saat arus balik. Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, kemacetan terjadi mulai dari Padaherang hingga Kota Banjar oleh kendaraan yang arus balik.
Menurut Kapolsek Pangandaran Suyadi, dikarenakan arus kendaraan masih dikatakan padat lancar, maka pihaknya tidak menetapkan sistem kontra flow atau buka tutup.
“Arus lalin masih bisa dikendalikan, artinya roda kendaraan masih terus berputar,” ucap Yadi.
Lanjut Yadi, titik kemacetan ada di jalaur pantai timur dan barat serta pintu keluar tol gate hingga ke jembatan Ciputrapinggan.
“Kita kerahkan semua anggota baik dari kepolisian, Dishub, yang dibantu oleh Satpol PP, FKDM Linmas untuk mengatur arus lalin, ” ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kab Pangandaran Saepuloh mengaku penyebab kemacetan juga terjadi akibat adanya beberapa lokasi pembangunan di kawasan obwis pantai barat seperti pembangunan kios pedagang di Pananjungsari, eks Meridian dan eks pasar seni.
“Dilokasi tersebut tidak ada lahan parkir, sementara banyak kendaraan yang memarkirkan kendaraannya di bahu jalan di lokasi pembangunan tersebut sehingga terjadi lah kemacetan,” ungkapnya.
Saepuloh juga menyayangkan dengan dipusatkannya kantong parkir bis di pasar wisata, untuk sarana penunjang alat transportasi bagi pengunjung yang baru saja turun dari bis seperti becak sangat minim, sehingga banyak wisatawan yang mengeluh dan melaporkan ke pusat informasi dengan minimnya alat transportasi untuk sampai ke tujuan.
“Akhirnya pengunjung terpaksa harus jalan kaki beberapa ratus meter untuk sampai ketujuannya yairu pantai atau pusat perbelanjaan,” ujarnya.
