Menhub Tekankan Pentingnya Kolaborasi Pusat dan Daerah dalam Penyelenggaraan Angkutan Umum

0

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan keberlanjutan angkutan umum perkotaan. Pernyataan ini disampaikan oleh Menhub saat menjadi pembicara kunci pada FGD bertema “Menjaga Keberlangsungan Penyelenggaraan Angkutan Umum di Seluruh Wilayah Perkotaan Indonesia”, yang diadakan di Jakarta pada Selasa (09/07/2024).

Dalam acara tersebut, Menhub Budi Karya Sumadi menyatakan bahwa Kementerian Perhubungan telah memberikan dorongan kepada pemerintah kota/kabupaten di wilayah Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Bodetabek), serta daerah lainnya di Indonesia untuk mewujudkan layanan angkutan umum yang aman, nyaman, terjangkau, dan berkeselamatan melalui program membeli layanan (Buy The Service/BTS).

“Program ini harus berkesinambungan, dan oleh karena itu diperlukan komitmen kuat dari pemerintah daerah untuk melanjutkan program BTS dengan mendukung politik anggaran yang berpihak pada pengembangan angkutan umum,” ujar Menhub.

Menhub juga menyoroti bahwa Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2023 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah dan Retribusi Daerah memberikan peluang bagi daerah untuk meningkatkan ruang fiskal demi pengembangan angkutan umum massal. PP tersebut mengamanatkan bahwa 10% pendapatan pajak kendaraan dapat dialokasikan untuk pembangunan angkutan umum.

“Saat ini, beberapa kota seperti Pekanbaru telah memanfaatkan 5% APBD mereka untuk mengembangkan angkutan umum. Demikian pula Provinsi Aceh, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kota Batam, dan beberapa kota lainnya telah menjalankan program serupa secara mandiri,” tambah Menhub.

Menhub mengapresiasi kota-kota yang telah mendukung inisiatif ini dan menyebutkan bahwa tanpa kerja sama dengan pemerintah daerah, program ini tidak akan berhasil. Dia memberikan contoh sukses seperti layanan Trans Banjarbakula di Provinsi Kalimantan Selatan yang diambil alih pada April 2024 dan akan disusul oleh kota-kota lain seperti Bogor, Medan, dan Surabaya.

Dalam membangun layanan transportasi umum modern, Menhub menyadari tantangan yang ada. Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya pemahaman bersama mengenai penyelenggaraan angkutan umum massal yang berkeselamatan, aman, nyaman, dan terjangkau melalui program BTS.

“Kesadaran akan pentingnya angkutan umum perkotaan sangatlah krusial. Ini adalah jangkar perubahan di perkotaan. Jika jangkarnya tidak baik, maka angkutan yang tidak semestinya akan hadir. Pemahaman, eksekusi, dan perawatan angkutan umum sangatlah penting,” tegas Menhub.

Turut hadir dalam acara tersebut adalah Direktur Jenderal Perhubungan Darat Risyapudin Nursin, Plt. Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Tatan Rustandi, Direktur Perencanaan Anggaran Daerah Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Bahri, Pj. Walikota Bogor Hery Antasari, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan Fitri Hernadi, anggota DPRD daerah penyelenggara BTS, serta bupati dan walikota se-Bodetabek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *