Pemerintah Mendorong Danau Toba Sebagai UNESCO Global Geopark
Keindahan Danau Toba semakin diperhatikan di dunia Internasional. Apalagi dimasukannya Danau Toba sebagai salah satu dari 10 destinasi prioritas Kemenpar sehingga namanya semakin melambung dan percepatan pembangunan semakin dilakukan. Untuk semakin memperkuat nama Danau Toba kali ini adalah pemerintah berusaha memasukan Danau Toba sebagai UNESCO Global Geopark (UGG).
Pada 3-4 Mei 2017 diadakan pertemuan di Jakarta untuk mengagendakan tindakan untuk pengusulan Danau Toba agar bisa masuk menjadi geopark UNESCO (UGG). UGG didefinisikan sebagai wilayah terpadu ang memprioritaskan perlindungan dan penggunaan warisan geologi secara berkelanjutan serta mempromosikan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitarnya.
Menurut Ketua BOPDT Arie Prasetyo menjelaskan dalam pengajuan dokumen pelengkap atau dossier ke UNESCO memiliki batas sekitar lima bulan. Sehingga merunut hal ini adalah harus dibuatnya masterplan dan detail engineering desing (DED).
“DED dan masterplan harus diperbaiki dan membutuhkan biaya sekitar RP 1 Miliar,” katanya.
Dalam BOPDT sendiri sudah memiliki list lokasi-lokasi di Danau Toba yang akan dimasukkan kedalam dokumen pengusulan UGG.
“Lokasi geosite yang dipilih untuk awal pengembangan yaitu Tongging, Pusuk Buhit, Ambarita-Tuk Tuk-Tomok, Batu Gantung-Sibaganding, Muara-Sibandang, Bakkara-Tippang,”kata Arie.
Arie juga menambahkan perlu adanya penyempurnaan terkait dokumen geopark Danau Toba ke UNESCO serta Danau Toba. Selain itu juga penyempurnaan dossier seperti penelitian alam, perubahan iklim, pendidikan, sains, budaya, bahaya geologi dan sustainable tourism.
“Dalam dossier juga diceritakan keseluruhan aspek termasuk budaya, pemberdayaaan masyarakat serta tumbuhan khas seperti andaliman, mangga,” jelas Arie.
Menteri Pariwisata Arief Yahya sudah sejak lama menargetkan status UGG untuk Danau Toba agar bisa direalisasikan pada tahun 2018 karena merupakan modal besar yang harus diperjuangkan. Dengan story telling mengenai Danau Tiba seperti letusan besar sampai mendapat julukan Toba Super Volcano. Selain itu sebagai objek wisata andalan Sumatera Utara tersebut yang merupakan salah satu danau vulkanik terbesar dan terdalam di dunia sehingga menjadi modal utama untuk Danau Toba.
