EconomicHeadline News

Penggunaan APBN Yang Optimal Perlu Sinergi Antar Program

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (Kepala BKF) Suahazil Nazara berpendapat bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah berpihak pada pengentasan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan, namun masalah sinergi dan koordinasi dirasakan belum efektif sehingga hasilnya dinilai belum optimal.  Hal ini diungkapkannya pada seminar nasional dengan tema “Strategi Percepatan Pengentasan Kemiskinan dan Menurunkan Kesenjangan Melalui Peningkatan Efektivitas Program Perlindungan dan Jaminan Sosial” di Gedung Dhanapala, Jakarta, Kamis, 19 Oktober 2017.

“Kalau menurut saya, dari APBN kita itu cukup banyak uang yang kita alokasikan. Ini bukan masalah uang lagi. Ini lebih kepada masalah bagaimana mengkoordinir. Bagaimana kita mengkoordinir pekerjaan kita satu per satu supaya dia saling complement dan dia ketemu karena saling complement melakukan satu ditambah satu menghasilkan lebih dari dua,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia berharap adanya masukan-masukan yang inovatif dan konkrit untuk merumuskan strategi yang efektif mengentaskan kemiskinan dan menurunkan kesenjangan dengan bersinergi antar program terkait di lingkungan Kementerian dan Lembaga.

 Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Darmin Nasution menyatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus dikelola dengan cermat dan penuh kehati-hatian, termasuk dalam hal pembiayaan.

“Kalau meminjam untuk sesuatu yang produktif itu pada dasarnya oke, kecuali yang produktifnya enggak benar, tapi ini kan benar,” ungkap Darmin di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis, 19 Oktober 2017.

Hal produktif yang sudah dilaksanakan oleh pemerintah adalah pembangunan infrastruktur. Dalam tiga tahun pemerintahan, diantaranya sudah terbangun 2.623 km jalan baru, terdiri dari jalan nasional dan jalan tol.  Selanjutnya, jaringan irigasi baru 1 juta hektar, serta membangun 30.000 meter jembatan, serta meningkatkan akses air bersih, sanitasi dan persampahan, dan juga akses perbaikan kawasan permukiman. Sekarang juga tengah dilakukan pembangunan 65 bendungan, dimana 49 bangun baru dan 16 sisanya merupakan bangunan terusan yang sudah ada.

“Kalau dihitung infrastruktur yang dibangun saja sudah banyak sekali,” tegas Darmin. (Sumber Kemenkeu)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button