Pengunjung Candi Borobudur Akan Dibatasi
Terus membludaknya pengunjung Candi Borobudur membuat salah satu cagar budaya itu rentan mengalami kerusakan. Untuk menghindari kerusakan yang lebih fatal, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan membatasi jumlah pengunjung candi borobudur.
Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hari Widiyanto mengatakan usia ketahanan bangunan abad ke 9 ini akan menurun jika dipaksakan pengunjung terus membludak. Menurut Hari pengaturan waktu naik ke candi tersebut untuk menjaga kelestarian. Pengunjung yang terlalu banyak, yang naik dalam waktu bersamaan, akan membuat beban candi bertambah.
“Idealnya sekali naik itu hanya sekitar 150 pengunjung, dan waktunya dibatasi 1 sampai 1,5 jam saja,” kata Widianto di Yogyakarta.
Pembatasan akan dilakukan jika pembangunan bandara Kuloprogo dan infrastrukturnya seperti jalan selesai dibangun. Untuk saat ini wisatwan yang datang ke Yogyakarta masih melalui Bandara Internasional Adisutjipto. Hal inilah yang sulit terkontrol dalam mengawasi jumlah wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur.
Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Borobudur, Marsis Sutopo, menambahkan, efek membeludaknya jumlah pengunjung candi saat ini sudah mulai terlihat. Paling tidak untuk bagian batu candi yang mulai aus, terutama di bagian tangga.
“Apalagi saat peak season, (pengunjung) naik secara bersamaan,” katanya.
Atas kondisi itu, ia menekankan bahwa ke depannya, para pengunjung akan diatur supaya tidak naik secara bersamaan. Tapi akan diarahkan ke objek lain, semisal Museum Samudra Raksa atau desa wisata.
Saat ini, sudah mulai dikembangkan 20 desa wisata di sekitar Candi Borobudur. Di tiap desa wisata sudah dikembangkan atraksi budaya maupun potensi lain yang ditawarkan ke para pengunjung.
