Proyek Listrik Ramah Lingkungan NSHE Kedepankan Keseimbangan Ekosistem Batangtoru

0
Aliran-air-yang-dimanfaatkan-buat-memenuhi-kebutuhan-listrik-Sumut-Aceh-ini-berasal-dari-hutan-lindung-dan-Ekosistem-Batang-Toru-Ayat-S-Karokaro-768x432

PT North Sumatera Hydro Energy (PT NSHE) berkomitmen penuh menjaga ekosistem dan keanekaragaman hayati  di wilayah Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.  Tekad ini bagian dari komitmen besar PT NSHE untuk turut berpartisipasi aktif dalam upaya penurunan emisi karbon di Indonesia, seperti yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia.

Untuk itu, pengerjaan proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) irit-lahan yang dirancang untuk menghasilkan 510MW listrik untuk Sumatera Utara dan sekitarnya tersebut akan  dioperasikan menggunakan enerji baru terbarukan. 

“Pembangkit Listrik dari Enerji Baru Terbarukan sepatutnya mendapat dukungan dari semua pihak di Indonesia,” jelas Abadi Poernomo – Dewan Energi Nasional, pada saat Dialog EBT, di gedung Sindo, tanggal 28 Juni 2018. “Agar semua pihak dapat tergerak untuk turut menggunakan enerji baru terbarukan dalam berbagai hal, mengingat bahwa makin lama bahan bakar yang berasal dari fosil akan semakin menipis persediaannya. Enerji yang berasal dari EBT membuat udara menjadi lebih bersih dan mengurangi emisi karbon di saat yang bersamaan”.

Menggunakan tipe teknologi run-of yang didesain untuk pola operasi peaker yang hemat lahan, emisi karbon yang ditimbulkan oleh PLTA Batangtoru dapat ditekan, sehingga dapat senantiasa terjaga kelestariannya.

Manajer Humas PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) Idham Bachtiar Setiadi menegaskan kelangsungan ekosistem di Batangtoru akan menjadi daya hidup bagi proyek PLTA. “Apalagi debit air yang terjaga merupakan faktor krusial yang perlu kami kelola dengan sebaik-baiknya,” katanya

“Sejak awal kami telah berkomitmen untuk berperan aktif dan pro-aktif dalam menjaga kelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati di Batangtoru, termasuk keberadaan satwa liar yang perlu dijaga dari kepunahan,” tambah Idham.

PT NSHE telah menyelesaikan berbagai studi, mulai dari studi kelayakan, AMDAL, ESHIA berikut beberapa addendum dan studi tambahan yang terkait, sesuai peraturan perundangan dan juga Standar Kinerja IFC yang dikenal sangat tinggi.

Secara khusus, menjawab kekhawatiran berbagai pihak mengenai keberadaan proyek PLTA Batangtoru yang akan beroperasi pada tahun 2022 ini akan mengganggu kelangsungan ekosistem dan keanekaragaman hayati di wilayah Batangtoru dan sekitarnya, PT NSHE telah menyiapkan sebuah Biodiversity Plan dan Community Development Plan.

Biodiversity Plan ini telah dimulai pelaksanaannya dengan melibatkan satu tim pra pembukaan lahan sebelum proyek ini berjalan. Salah satu dari kegiatan mereka adalah mendata dan memindahkan tanaman liar yang ditemukan selama proses pembukaan lahan untuk pembuatan jalan akses terbatas menuju lokasi utama proyek. Selain itu, PT NSHE juga telah menempatkan sejumlah kamera khusus di sejumlah titik di wilayah Batangtoru, untuk memantau keberadaan orangutan Tapanuli Selatan dan hewan liar lainnya yang hidup di sana.

“Tentunya, kami tetap membuka diri dan akan berterimakasih bila memperoleh masukan dari berbagai pihak mengenai bagaimana untuk bersama-sama menjaga kelestarian ekosistem dan keanekaragaman di wilayah Batangtoru,” jelas Idham.

“Kelestarian ekosistem di Batangtoru juga lah yang akan menjadi sumber utama bagi kelangsungan dari PLTA Batangtoru nantinya, sehingga pasokan listrik sebesar 510 MW yang dihasilkan, tidak saja dapat dirasakan oleh masyarakat Sumatera Utara, tetapi juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap ketahanan listrik nasional.”

PT NSHE pun telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk tetap menjaga lingkungan agar tetap kondusif bagi kelangsungan hidup mereka. Meskipun lokasi di mana kontruksi PLTA Batangtoru akan berada di wilayah yang dikelilingi oleh perkebunan karet, kelapa sawit, agrikultur serta kegiatan lainnya.

“Yang menjadi ciri khas dari lokasi utama proyek PLTA Batangtoru adalah lokasi ini didominasi oleh lahan budidaya (modified habitat), minim hutan alam, serta dikelilingi lereng terjal,” jelas Agus Djoko Ismanto – Senior Advisor Bidang Lingkungan, PT North Sumatera Hydro Energy.

Berada di Area untuk Penggunaan Lain atau yang dikenal sebagai APL di Batangtoru, PT NSHE menyiapkan PLTA Batangtoru sebagai sebuah pembangkit listrik yang irit lahan, karena hanya akan menggunakan sekitar 600 hektare dari total 7000 hektare yang diberikan izin lokasi oleh Pemerintah Daerah Tapanuli Selatan.

PLTA Batangtoru sebagai sebuah PLTA yang menggunakan enerji baru terbarukan tentunya dirancang dan dikembangkan sebagai bentuk kepedulian PT NSHE dalam mengantisipasi climate change dan global warming yang telah menjadi isu penting di seluruh dunia, sejak beberapa tahun terakhir.

PLTA Batangtoru merupakan proyek pembangkit listrik dengan enerji baru terbarukan adalah proyek dari PT NSHE yang sahamnya dimiliki oleh PT Dharma Hydro Nusantara sebesar 52,82%, Pembangkitan Jawa Bali Investasi sebesar 25%, serta Fareast Green Energy Pte. Ltd. sebesar 22,18%.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *