Tinjau Gereja Katedral dan GPIB Immanuel, Kapolri Pastikan Pengamanan Misa Natal

0
IMG-20251224-WA0009_766670

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan peninjauan langsung ke dua gereja di Jakarta Pusat, yakni Gereja Katedral dan Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel, pada Rabu malam, (24/12/2025). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan pengamanan serta pelayanan bagi umat Kristiani yang melaksanakan ibadah Misa Malam Natal.

Peninjauan ini merupakan bagian dari upaya Polri bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menjamin rasa aman dan kenyamanan masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kapolri menegaskan bahwa negara hadir untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan khidmat, tertib, dan aman.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolri didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Menteri Dalam Negeri, Panglima TNI, perwakilan Kementerian Agama, serta stakeholder terkait lainnya.

Menurut Jenderal Sigit, peninjauan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta jajaran TNI-Polri dan pemerintah memberikan pengamanan serta pelayanan terbaik kepada masyarakat selama momentum Natal dan Tahun Baru.

“Sesuai arahan Presiden, kita diminta memberikan pelayanan optimal dalam operasi Nataru. Di dalamnya termasuk pengamanan masyarakat yang melaksanakan mudik, masyarakat yang menjalani ibadah Misa Natal, hingga masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan pergantian tahun,” ujar Kapolri usai meninjau Gereja Katedral Jakarta.

Kapolri menjelaskan bahwa untuk mendukung pengamanan Nataru tahun ini, aparat gabungan telah dikerahkan dalam jumlah besar. Tercatat sebanyak 147 personel gabungan diturunkan untuk mengamankan rangkaian perayaan Natal, khususnya di rumah-rumah ibadah.

Selain melibatkan personel TNI dan Polri, pengamanan juga dilakukan dengan menggandeng berbagai organisasi kemasyarakatan. Kapolri menyebut Banser Nahdlatul Ulama dan Kokam Muhammadiyah turut dilibatkan dalam menjaga keamanan pelaksanaan ibadah Natal di sejumlah gereja.

“Kami Polri menurunkan kurang lebih 147 personel gabungan. Kemarin juga kami melaksanakan apel bersama dengan rekan-rekan Banser, dan kami mengajak Kokam untuk ikut bersama-sama melaksanakan kegiatan pengamanan, khususnya di gereja-gereja yang melaksanakan Misa Natal,” jelas Sigit.

Keterlibatan organisasi kemasyarakatan lintas agama tersebut, menurut Kapolri, menjadi cerminan nyata nilai Bhinneka Tunggal Ika. Ia menekankan bahwa seluruh elemen bangsa bersatu tanpa memandang perbedaan agama demi menjaga keamanan dan ketertiban bersama.

“Ini adalah wujud dari Bhinneka Tunggal Ika. Seluruh elemen masyarakat, tanpa membedakan agama, bersatu untuk memberikan jaminan rasa aman bagi sesama warga bangsa,” kata Kapolri.

Kapolri pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari jajaran TNI, kementerian dan lembaga, hingga organisasi kemasyarakatan yang turut membantu pengamanan perayaan Natal.

“Terima kasih kepada rekan-rekan TNI, stakeholder terkait, serta teman-teman dari ormas seperti Banser dan Kokam. Ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara besar yang terus menjaga persatuan dan kesatuan,” tambahnya.

Di sisi lain, Kapolri juga mengajak seluruh umat yang melaksanakan ibadah Misa Natal untuk turut mendoakan masyarakat yang sedang mengalami duka akibat bencana alam, khususnya di wilayah Sumatra. Ia berharap doa dan kepedulian bersama dapat menjadi kekuatan bagi para korban untuk bangkit kembali.

“Kita berdoa bersama agar seluruh rangkaian ibadah Misa Natal, baik malam ini maupun menjelang pergantian tahun, dapat berjalan dengan aman dan lancar. Kita juga titip doa untuk saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah, agar diberikan kekuatan dan keselamatan,” tutur Sigit.

Menutup keterangannya, Kapolri mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban hingga malam pergantian tahun, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *