TKN Prabowo-Gibran: Puluhan Ribu Desa Akan Dilibatkan Untuk Program Makan Siang Gratis
Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN), Budiman Sudjatmiko, mengumumkan rencana untuk melibatkan desa-desa di Indonesia dalam program makan siang gratis bagi pasangan calon Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Dalam pengumuman resmi yang disampaikan pada Kamis (22/2), Budiman menjelaskan bahwa sekitar 10 ribu desa akan terlibat dalam produksi padi untuk mendukung program ini.
Selain produksi padi, program tersebut juga akan melibatkan 20 ribu desa dalam pengembangan peternakan ayam pedaging, petelur, penggemukan sapi, serta usaha sapi perah. Tak hanya itu, sekitar 2.000 desa nelayan juga akan berkontribusi dalam penyediaan ikan segar, sementara ribuan desa lainnya akan terlibat dalam pemenuhan kebutuhan sayur, buah-buahan, dan bumbu masak untuk makan siang gratis.
“Desa-desa akan menjadi basis produksi komoditas pangan yang dibutuhkan untuk menyediakan makan siang dan minum susu gratis bagi masyarakat,” ujar Budiman.
Menurut Budiman, program ini membutuhkan pasokan beras sebanyak 6,7 juta ton, daging ayam 1,2 juta ton, daging sapi 500 ribu ton, daging ikan 1 juta ton, susu sapi segar 4 juta kiloliter, serta kebutuhan sayur, buah-buahan, dan bumbu masak dalam jumlah besar setiap tahunnya.
Untuk mendukung program ini, Budiman menegaskan bahwa kolaborasi antara para pemangku kepentingan dalam industri pangan nasional akan menjadi kunci. BUMDes, UMKM, dan Koperasi akan dikonsolidasikan untuk menyusun rantai pasok khusus penyediaan bahan pangan, sementara industri besar pangan nasional akan bertanggung jawab atas peningkatan kualitas, produktivitas, dan penerapan teknologi pertanian.
“Dengan pendekatan ini, diharapkan program ini dapat menghemat anggaran pemerintah hingga 40-50 persen dari sumber APBN,” tambahnya.
Berdasarkan perencanaan Tim Pakar Prabowo-Gibran, program ini memproyeksikan kebutuhan pembiayaan hingga Rp450 triliun per tahun. Namun, dengan dukungan penuh dari desa-desa dan industri pangan nasional, diharapkan program ini dapat menjadi tonggak penting dalam mewujudkan kemandirian pangan dan kesejahteraan desa di Indonesia.
Sejalan dengan visi pembangunan nasional yang berkelanjutan, program makan siang gratis ini bukan hanya sekadar solusi jangka pendek untuk masalah kelaparan, namun juga merupakan langkah strategis dalam menciptakan ekosistem pangan yang berkelanjutan dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
