Trump Akhiri Blokade Hormuz, Klaim Ada Kesepakatan dengan Tiongkok

0
bdb2a7c4-954e-4dd7-9357-63304e10d0ac

Ilustrasi Presiden AS Donald Trump cabut blokade Selat Hormuz (Foto: Generated AI)

El John News-Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi mengakhiri kebijakan blokade Selat Hormuz setelah berlangsung selama tiga hari. Keputusan untuk membuka kembali jalur vital perdagangan minyak dunia itu diumumkan melalui platform Truth Social miliknya, sekaligus menandai meredanya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Dalam keterangannya, Trump menegaskan bahwa langkah tersebut diambil setelah komunikasi intensif dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Ia menyebut Beijing menyambut positif keputusan tersebut dan mengindikasikan hubungan kedua negara tengah berada dalam fase yang lebih konstruktif.

“Tiongkok sangat senang bahwa saya membuka Selat Hormuz secara permanen. Saya melakukannya untuk mereka juga—dan untuk dunia. Situasi ini tidak akan pernah terjadi lagi,” tulis Trump.

Ia juga mengungkapkan adanya komitmen dari Tiongkok untuk tidak mengirimkan senjata ke Iran, sebuah langkah yang dinilai dapat membantu meredakan eskalasi konflik di kawasan. Mengingat posisi Tiongkok sebagai mitra dagang utama Iran, pernyataan ini menjadi sinyal penting dalam dinamika geopolitik yang berkembang.

Trump menekankan bahwa pembukaan Selat Hormuz bukan semata-mata untuk kepentingan Amerika Serikat atau Tiongkok, melainkan demi menjaga stabilitas global. Jalur tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi minyak mentah dunia, sehingga penutupannya sempat memicu kekhawatiran serius terhadap pasokan energi internasional.

Sebelumnya, situasi di kawasan tersebut sempat memanas menyusul keputusan Amerika Serikat melakukan blokade sejak Senin (13/4/2026). Langkah itu diambil setelah perundingan antara Washington dan Teheran di Islamabad, Pakistan, gagal mencapai kesepakatan. Kegagalan diplomasi tersebut mendorong AS meningkatkan tekanan, termasuk melalui opsi militer.

Selama periode blokade, Komando Pusat Amerika Serikat mengklaim telah menguasai jalur maritim di kawasan Timur Tengah dengan mengerahkan berbagai aset tempur. Namun, laporan di lapangan menunjukkan masih adanya kapal tanker yang berhasil melintas, sehingga memunculkan pertanyaan atas efektivitas kontrol tersebut.

Di pihak lain, Iran berupaya mengurangi dampak tekanan dengan mengalihkan aktivitas ke pelabuhan alternatif. Media pemerintah setempat melaporkan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga kelangsungan arus perdagangan di tengah meningkatnya kehadiran militer Amerika Serikat.

Berakhirnya blokade Selat Hormuz ini diharapkan dapat menurunkan ketegangan sekaligus mengembalikan stabilitas pasokan energi global yang sempat terguncang dalam beberapa hari terakhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *