Wonderful Indonesia Siap Bersinar di Daechun Stream Festival

0
promosi-dan-branding-wonderful-indonesia-di-osaka-jepang

Korea Selatan kembali menjadi sasaran Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk mempromosikan Wonderful Indonesia. Namun kali ini,  promosi tidak jalan sendiri, melainkan bersinergi dengan acara Daechun Stream Festival yang digelar oleh Bukgu District Government Office, di Busan, Korea Selatan pada tanggal 14 Oktober 2017 mendatang.

Kemenpar telah memperhatikan angka jumlah wisman yang berpergian ke luar negeri (outbond) dari Korea Selatan. Ternyata wisatawan dari negeri gingseng ini mengalami peningkatan jumlah wisatawannya yang melakukan outbond. Para tahun 2016 saja wisatawan Korea Selatan yang berwisata ke luar negeri mencapai 22,3 juta atau naik 15% dari angka tahun 2015. Dengn kenaikan itu, maka Korea Selatan menjadi salah satu negara dengan angka outbond terbesar di Asia Pasifik. Atas dasar itulah, Kemenpar menggelar promosi Wonderful Indonesia ke Korea Selatan.

Bukan hanya di Daechun Stream Festival, branding Wonderful Indonesia juga dikibarkan di wilayah Seoul dan Busan melalui  pemasangan iklan media luar ruang seperti billboard, media tunnel LED, pemasangan iklan pada subway screen door serta One Vision Way,” jelas Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, I Gde Pitana didampingi Asdep Pasar Asia Pasifik Vinsensius Jemadu, Rabu, 4 Oktober 2017.

Menurut Pitana,  Wisatawan Korea Selatan menempatkan  Indonesia  sebagai negara tujuan yang berada di luar daftar 10 besar. Meski tidak masuk 10 besar, namun Kemenpar terus meyakinkan wisatawan Korea Selatan bahwa destinasi wisata di Indonesai tidak kalah menarik dengan destinasi wisata negara lain.

“Untuk wilayah Asia Tenggara, kita masih berada berada di bawah Filipina, Thailand, Singapura, dan bahkan Kamboja, dalam daftar pilihan destinasi liburan mereka. Maka dari itu, kami yakin dengan segala upaya serta support dan kerja sama yang baik dengan seluruh pelaku pariwisata di Indonesia maka kita akan bisa berkompetisi dengan negara-negara tersebut,” katanya.

Vinsensius Jemadu menambahkan, telah memilih 15 industri pariwisata Indonesia untuk di ajak ke festival ini. 15 industri tersebut terdiri dari  Batam, Yogyakarta, dan Bali akan diboyong di festival ini. Kemenpar akan mendukung dengan memberikan paket sponsorship, Tim Kesenian yang didukung juga oleh VITO Korea Selatan dan Kuliner Indonesia.

Tahun ini, Kementerian Pariwisata telah menargetkan sebesar 514 ribu wisman Korea Selatan. Oleh karena itu, promosi perlu dilakukan untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

“Bali dan Yogya destinasi favorit bagi wisman asal Korsel, wisatawan Korsel akan ditargetkan untuk lebih banyak datang ke Indonesia dengan mengundang langsung warga Korea Selatan ke Indonesia dan mengenalkan budaya nusantara pada mereka,” ujarnya.

Selain itu, kebijakan bebas visa kunjungan singkat (BVKS) bagi warga negara Korea Selatan dan 168 negara lainnya di dunia diharapkan membantu pencapaian target kunjungan tahun 2017 sebesar 15 juta wisatawan mancanegara (wisman).

Menteri Pariwisata Arief Yahya memang serius mendatangkan wisatawan asal Korsel. Saat ini jumlah wisman Korea Selatan pada tahun 2015 adalah 338.671 orang. Sedangkan target tahun 2016 yakni 400 ribu orang atau naik 18%.

“Tahun ini target kita sebesar 514.000 wisatawan Korea Selatan. Untuk itu promosi perlu dilakukan untuk mencapai target yang telah ditetapkan,” ujar Menpar Arief Yahya.

Pesan Menpar Arief Yahya hanya satu. Saat tampil di Korea, pastikan “Wonderful Indonesia” tampil excellent di Daechun Stream Festival. “Daechun Stream Festival itu event besar. Ada puluhan ribu pengunjung ditambah media value yang sangat besar. Industri-industri besar pariwisata dari semua negara selalu hadir dengan kreativitas tinggi, dari desain booth, desain interior, sampai materi kesenian yang digunakan untuk menarik pengunjung. Jadi Wonderful Indonesia harus tampil excellent di sana,” kata Arief Yahya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *