DestinationHeadline NewsTourismTravel

Disbudpar Kabupaten Ende Tampil Atraktif di GWBN 2017

Berbagai cara dilakukan dinas pariwisata daerah agar booth-nya dapat didatangi banyak pengunjung Gebyar Wisata dan Budaya Nusantara (GWBN) 2017 yang dilangsungkan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta pada 11 hingga 14 Mei 2017. Booth milik Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar)  Kabupaten Ende, Kepulauan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi Booth yang atraktif untuk mendulang jumlah pengunjung, bahkan tarian ini tidak hanya diikuti staf Disbudpar Ende namun staf Dispar daerah lain juga ikut menari.  Booth ini menampilkan berbagai macam tarian diiringi musik khas Flores. Tarian yang ditampilkan diantaranya tarian Gawi dan Rokatenda.

Tarian dan nyayian menjadi seni yang melekat pada orang Flores. Tarian tersebut biasa dilakukan untuk menghibur diri.

“Budaya kita bagaimana menghibur diri dalam menghadapi berbagai tantangan alam yang relatif keras. Orang disana menghibur diri dengan cara membuat  tarian biar mereka  bisa menikmatai dan menghibur diri dengan keadaan disitu.Makanya orang flores itu sangat akrab namanya dengan tarian dan nyanyian,” kata Kepala Disbudpar  Kabupaten Ende, Derson Duka saat ditemui di Booth Ende, Jumat, 12 Mei 2017.

 

Untuk GWBN tahun ini, Disbudpar kabupaten Ende membawa sejumlah objek wisata untuk diperkenalkan kepada pengunjung GWBN 2017. Objek wisata itu diantaranya wisata danau Kelimutu. Selain itu, ada wisata sejarah yang juga ikut dipromosikan. Wisata sejarah ini  diperkenalkan karena pada tanggal 20 mei hingga 1 Juni mendatang,  kabupaten Ende akan memperingati napak tilas perjalanan Bung Karno ketika dibuang di Ende tahun  1934 sampai 1938. Kegiatan ini diberi nama Pesona Kebangsaan.

“Dalam waktu dekat tanggal 20 ini  ada Pesona Kebangsaan ende 20 mei sampai 1 juni memperingati  mengenang kembali napak tilas perjalanan bung karno ketika di buang di ende tahun  1934 sampai 1938 dan disana menurut cataan sejarah beliau merenungkan pancasila falsafah negara ini berangkat dari realita kehidupan masyrakat yang hedrogen tapi bersatu.  Kemudian dengan alamnya yang bersahaja, kemudian hadirlah konsep pancasila itu dari ende,” ujar Derson.

 

Lebih lanjut Derson mengapresiasi  pameran pariwisata terbesar di Indonesia  ini. Bahkan Derson mengaku puas dengan jumlah pengunjung yang datang ke booth Ende. “Untuk hari ini kami puas sudah dua hari angka 400 an.  Dibandingkan tahun lalu tahun ini lebih bagus ,” smbung Derson.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button