Kenali Kapan Wanita Cemburu atau Pura-pura Cemburu

0
Cemburu-Tanda-Cinta-atau-Tak-Percaya_1

Jalan pikiran wanita kadang-kadang aneh dalam pandangan pria. Apalagi pikiran wanita yang suka cemburu buta dan pura-pura cemburu. Wanita seperti ini termasuk wanita yang berpikir egois dan ingin segala sesuatu terpusat pada dirinya. Ciri-cirinya adalah sewenang-wenang dalam memperlakukan orang lain, sering pura-pura cemburu, termasuk sering cemburu pada teman-teman wanita pasangannya. Pada dasarnya, sikap ini muncul karena ketidakdewasaan cara berpikir. Dengan kata lain, wanita yang sering cemburu buta atau pura-pura cemburu memiliki cara berpikir yang kekanak-kanakan.

Cemburu bisa berujung konstruktif sehingga semakin meningkat komitmen antarpasangan. Misalnya menjaga agar pasangan tetap bersama, mempertahan hubungan dekat, dan sikap positif semacam kegembiran dan kepercayaan diri akan keberhargaan diri. Sementara cemburu juga bisa mengancap hubungan. Bukan lagi menjadi bumbu asmara supaya lebih mesra, karena porsinya tidak tepat dan berlebihan. Akibatnya menjadi paranoid, depresi, emosional, bahkan mengarah pada prilaku self destructive. Setidaknya ini yang diungkapkan Baron dan Bryne dalam Buku Social Psychology.

Sementara berakting cemburu —mencemburui teman wanita pasangan— sekilas memang tampak menyenangkan, namun jika sering dilakukan maka efeknya menjadi tidak baik bagi hubungan itu sendiri. Memang wajar kalau wanita ingin menunjukkan dirinya harus mendapat perhatian, sekaligus menegaskan kepemilikannya atas sang kekasih. Tapi kalau setiap hari ia begitu, prianya pasti akan merasa terganggu. Jadi yakinlah, cemburu (buta) bisa menyebabkan hubungan berada di ujung tanduk. Pria akan jengah dan merasa tidak dipercayai. Sedangkan wanita yang selalu merasa cemburu tak ada habisnya akan merasa lelah dalam pikiran-pikiran yang tidak lagi rasional. Hati-hati! Bila terlalu sering cemburu  pada pria, hal ini bisa memicu ‘perang’ yang akhirnya menyebabkan hubungan itu pun berakhir. Kalau sudah begitu, siapa dong yang akan menyesal?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *