Majukan Pariwisata, Sriwijaya Air Buka Rute ke Maluku Tenggara

0
20160829022613

Rabu besok, 27 Desember 2017, Maskapai Sriwijaya Air  akan membuka rute baru penerbangan dari dan ke Kabupaten Maluku Tenggara (Malra). Pembukaan rute ini merupakan bentuk komitmen Sriwjaya Air  dalam mendukung program pemerintah yang gencar mengembangkan sektor pariwisata Indonesia.

Perwakilan Sriwijaya Air, Baltazar Erens Nussy  mengatakan  Sriwijaya Air melihat Malra sebagai daerah yang menyimpan banyak destinasi wisata alam, bahari dan budaya. Karena itu tidak salah, jika rute yang dibuka ini merupakan rute yang nantinya banyak digunakan oleh wisatawan.

Selain menambah daftar destinasi wisata yang dimiliki Sriwijaya Air Group, rute ini diharapkan dapat mendongkrak angka kunjungan wisatawan di Indonesia, khususnya di Maluku Tenggara,” kata di Erens di Langgur, Selasa, 26 Desember 2017

Erens menjelaskan penerbanga perdana ini akan dilakuakn dari Makassar, Sulawesi Selatan ke Langgur,  ibu kota Malra, pulang pergi (PP). Untuk jadwal permingguinya, penerbangan akan dioperasikan setiap hari Senin, Rabu dan Jumat. Menurut Erens, pihaknya akan mengevaluasi penerbangan tersebut untuk melihat  keefektifan dalam menarik wisatawan.

“Kalau nanti peminatnya ternyata banyak dan pelayanan berjalan baik, kami bisa tingkatkan jadi setiap hari,” kata Urens.

Untuk penerbangan perdana akan dimulai pukul 03.00 WITA,dari Makassar-Langgur (PP). Dijadwalkan pesawat akan tiba di Langgur pada pukul 06.25 WIT. Sedangkan untuk rute sebaliknya  berangkat dari Langgur pukul 07.15 WIT dan tiba di Makassar pada pukul 08.35 WITA.

Rute tersebut terkoneksi dengan penerbangan menuju Jakarta, Surabaya, Jogjakarta, Bali, Balikpapan, Banjarmasin, Berau, Kendari, Medan, Luwuk, Palembang, Bangka, Belitung, dan Semarang.

Penerbangan perdana rute Makassar-Langgur akan dilayani dengan menggunakan armada Boeing 737 500 yang memiliki kapasitas 120 kursi dan terdiri dari dua jenis kelas. Untuk kelas eksekutif ada delapan kursi sedangkan 112 kursi lainnya kelas ekonomi.

“Mengenai harga, kita mempunyai konstruksi harga karena kita mempunyai sistem soft classi (ada beberapa klas). Kelas ekonomi harga terendah Rp 685.000 dan harga paling tinggi Rp 2,2 juta. Kelas bisnisnya Rp 2,3 juta sampai Rp 2,6 juta,” kata Baltazar.

Untuk penerbangan perdana, lanjutnya, tiket dijual Rp 927.000 dan sempat naik menjadi Rp 1,4 hingga Rp 1,5 juta akibat permintaan cukup tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *